Perlukah Kucing Di-steril? – Baca di Sini!

Posted on

Punya kucing sebaiknya disteril atau enggak sih? Nah kalau soal ini memang tergantung tujuan kamu pelihara kucing itu apa ya? 

Perlukah Kucing Disteril

Tergantung dari Tujuan Awal Pelihara Kucing

Pengin punya banyak anak kucing

Kalau tujuan kamu pelihara kucing pengin punya banyak anak kucing, bisa kucing kamu sekali dikawinin, saat dia udah punya anak nanti kucingnya baru kamu steril. 

Buka cat house

Kalau tujuan kamu punya kucing untuk buka cat house mungkin dalam beberapa tahun kedepan kucingnya ini nggak di steril. Kucing yang masuk usia senior, kurang lebih 5 tahun, baru kucing yang disteril generasi berikutnya.

Teman kamu di rumah

Kalau tujuan kamu punya kucing untuk teman kamu di rumah, artinya kamu pengen punya kucing yang gemuk. Kamu pengin punya kucing yang bulunya bagus, nggak rontok, nggak kusam, nggak berminyak, kucingnya juga nggak stres. Kalau kucingnya stress itu karena birahi. Biasanya kan dia suka spray di mana-mana. PUP nya juga yang sembarangan. Dia suka teriak-teriak kalau malam. Bahkan dia sensitif kalau dekat sama kamu. Nah kalau tujuan kamu kucing itu sebagai teman kamu di rumah, untuk mencapai kondisi tadi kucingnya itu WAJIB disteril. Kucing yang lagi birahi berat itu susah banget untuk gemuk, paling cuma ideal aja. Makanya gue sering bilang kalau pengin kucing yang gemuk itu disteril dulu. Soalnya kalau nggak disteril, percuma kamu memaksakan diri untuk gemukin kucing dengan kasih banyak makanan basah, dengan kasih banyak cemilan, yang ada nanti malah bisa merusak pencernaan kucingnya. 

Kalau kucing yang sudah disteril dia makan makanan yang biasa aja, makanan kering gitu atau pakai makanan yang untuk sterilisasi. Kenapa kucing sudah disteril jadi gampang gemuk? Salah satunya karena kucing itu udah nggak stress lagi. Kucing yang stres itu akan mengganggu nafsu makannya. Dengan steril ini juga jadi makanan apapun yang diamakan itu lebih mudah terserap saat kucing itu sudah disteril. 

Kalau tujuan kamu punya kucing sebagai teman kamu di rumah, pastikan sering kamu elus nih kucingnya, sering kamu gendong juga kucingnya. Nah kalau kondisi kucing itu lagi birahi berat bulunya itu rontok parah. Belum lagi kucing birahi itu stress. Dia sensitif juga. Belum tentu kucing itu mau dielus, mau digendong dan mau manja-manjaan sama kamu. Kalau kucingnya udah di steril, kamu tetap memang harus menjaga kesehatan urinenya. Cuman nggak sering banget nggak konteks kucing yang lagi birahi berat. Kucing jantan yang birahi tuh nggak selesai-selesai birahinya, mau dikasih kawin juga terkadang tetap minta kawin lagi. Hadeuh.

FAQ

Q: Kucing sudah steril, badan masih ideal, ga gampang gemuk, normal ga?

A: Normal kok, mungkin memang dari makanannya yg kurang disukain juga sama kucingnya

Q: Untuk antisipasi FLUTD, dry food urinary boleh dikonsumsi rutin atau sesekali aja ya?

A: Gak harus yg khusus urinary, yg penting dry foodnya bisa utk urinary support juga.

Q: Kenapa kucing jantan saya sudah di steril, tapi masih kena FLUTD ?

A: Bisa karena kurang minum, atau makananya gak ngecover urinarynya.

Q: Kucingku habis disteril malah nafsu makannya kurang? Kenapa ya?

A: Ada masalah lain kemungkinan, bisa karena pencernaan atau memang bosan sama dry foodnya

Q: Kalau disteril malah kasihan gak sih?

A: Lebih kasian lagi kalau dibiarin birahi berat tanpa dikawinin

Q: Steril kucing ideal dari umur berapa?

A: Bagusnya dibawah 1 tahun

Q: Cara merawat kucing sehabis disteril gimna?

A: Bagusnya pakai makanan yg khusus sterilised

Q: Kalau kucing tanpa vaksin bisa disteril?

A: Biasanya sih bisa

Q: Syarat steril apa?

A: Selama tidak ada penyakit berat di kucingnya biasanya bisa langsung steril

Oke. Sekian artikel Perlukah Kucing Disteril? Semoga dapat menjawab kegalauan Anda. Dari segi agama pun ada banyak dalil. Next akan kami bahas steril kucing dari segi agama. Anda bisa melanjutkan membaca artikel pelengkap di bawah ini.

Perlukah Kucing
Disteril? – Baca di Sini!

Selamat datang di artikel
kami tentang sterilisasi kucing. Sebagai pemilik kucing, mungkin Anda
bertanya-tanya apakah sterilisasi perlu dilakukan pada kucing Anda. Dalam
artikel ini, kami akan memberikan informasi terperinci tentang manfaat serta
risiko dari sterilisasi kucing. Kami akan menjawab beberapa pertanyaan yang
sering diajukan tentang sterilisasi kucing. Jadi, simak artikel ini dengan
seksama untuk mengetahui apakah sterilisasi kucing perlu dilakukan atau tidak.

Apa itu Sterilisasi Kucing?

Sterilisasi kucing adalah
proses pembedahan untuk menghilangkan kemampuan reproduksi kucing jantan dan
betina. Pada betina, prosedur ini disebut ovariohisterektomi, di mana ovarium
dan rahim diangkat. Sementara itu, pada kucing jantan, prosedur ini disebut
kastrasi, di mana testis diangkat.

Sterilisasi kucing
biasanya dilakukan oleh dokter hewan dengan memberikan anestesi lokal ataupun
umum agar kucing tidak merasakan sakit selama proses operasi. Selain itu,
dokter hewan juga akan memberikan obat penghilang rasa sakit untuk memastikan
kucing Anda nyaman selama masa pemulihan.

Manfaat Sterilisasi Kucing

Saat memutuskan untuk
memiliki kucing, salah satu pertimbangan penting sebagai pemilik kucing adalah
untuk mempertimbangkan sterilisasi. Berikut ini adalah beberapa manfaat
sterilisasi kucing:

Manfaat

Keterangan

Mengurangi Risiko Kanker

Dengan melakukan sterilisasi, Anda dapat mengurangi
risiko kucing terkena kanker pada organ reproduksi.

Mengurangi Perilaku Agresif

Saat kucing tidak disterilisasi, mereka dapat memiliki
perilaku agresif terutama pada musim kawin.

Mengurangi Risiko Penularan Penyakit

Kucing yang tidak disterilisasi dapat lebih rentan
terhadap penularan penyakit kucing yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Mengurangi Populasi Kucing Liar

Dengan mengurangi jumlah kucing liar yang tidak
diinginkan, sterilisasi dapat membantu mengurangi populasi kucing liar di
suatu daerah.

Manfaat-manfaat ini
menunjukkan bahwa sterilisasi kucing dapat memberikan manfaat yang signifikan
bagi kucing Anda serta masyarakat sekitar.

Risiko Sterilisasi Kucing

Secara umum, sterilisasi
kucing adalah prosedur operasi kecil yang aman dan efektif, tetapi seperti
halnya setiap prosedur medis lainnya, masih ada risiko dan efek samping yang
perlu dipertimbangkan.

Beberapa risiko
sterilisasi kucing adalah:

Risiko

Keterangan

Reaksi anestesi

Kucing mungkin memiliki reaksi yang merugikan terhadap
obat bius atau anestesi, meskipun kasus ini jarang terjadi. Menggunakan
anestesi modern dan teknologi monitoring dapat mengurangi risiko ini.

Infeksi

Setiap operasi membawa risiko infeksi, dan selama proses
pemulihan, kucing dapat mengalami infeksi pada area bekas operasi. Pastikan
untuk menjaga area bekas operasi tetap bersih dan kering dan memberikan
perawatan yang memadai.

Perdarahan

Selama operasi, kucing dapat mengalami pendarahan yang
signifikan. Dokter hewan biasanya memantau perdarahan selama operasi untuk
mencegah hal ini terjadi, tetapi jika terjadi, mereka akan segera
menanganinya.

Perubahan perilaku

Semua hewan dapat mengalami perubahan perilaku setelah
sterilisasi. Beberapa kucing mungkin menjadi lebih tenang atau kurang
agresif, sementara yang lain mungkin menjadi lebih mudah stres. Namun,
perubahan perilaku umumnya tidak permanen dan akan lebih baik dalam beberapa
minggu setelah operasi.

Penting untuk dicatat
bahwa risiko-risiko ini kemungkinan terjadi, tetapi sebagian besar kucing
steril akan pulih tanpa masalah.
 Jika
Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan tentang risiko sterilisasi kucing,
selalu diskusikan dengan dokter hewan Anda sebelum melakukan operasi.

Kapan Harus Melakukan Sterilisasi
Kucing?

Sterilisasi kucing
sebaiknya dilakukan saat kucing Anda berusia 4-6 bulan. Meskipun sterilisasi
dapat dilakukan pada kucing dewasa, sterilisasi pada usia lebih muda lebih
mudah dan cepat pulih.

Jika Anda memiliki kucing
betina yang tidak disterilisasi, sebaiknya segera melakukan sterilisasi. Kucing
betina yang tidak disterilisasi dapat memiliki kehamilan yang tidak diinginkan,
yang akan memengaruhi kesehatan kucing Anda dan terkadang sulit untuk diatasi.

Persiapan Sebelum Sterilisasi Kucing

Sebelum melakukan
sterilisasi kucing, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk
memastikan kondisi kucing Anda dalam keadaan optimal.

  1. Periksa kesehatan kucing Anda. Pastikan kucing Anda dalam kondisi yang
    sehat sebelum melakukan sterilisasi. Segera periksakan kucing Anda ke
    dokter hewan jika ada tanda-tanda penyakit atau kondisi kesehatan yang
    memprihatinkan.
  2. Tanyakan instruksi dokter hewan. Pastikan Anda mengetahui semua
    informasi penting yang perlu dilakukan sebelum sterilisasi, termasuk
    durasi puasa sebelum operasi. Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter
    hewan Anda mengenai persiapan apa saja yang perlu dilakukan sebelum
    sterilisasi kucing.
  3. Sediakan kandang yang nyaman untuk kucing
    Anda.
     Pastikan kucing
    Anda memiliki kandang yang aman dan nyaman untuk pulih pasca operasi.
    Kandang yang cukup besar dapat membuat kucing merasa lebih nyaman selama
    masa pemulihan.
  4. Pastikan Anda memiliki rencana perawatan
    pasca operasi.
     Tanyakan
    kepada dokter hewan Anda mengenai perawatan pasca operasi kucing Anda.
    Pastikan Anda memiliki semua informasi yang diperlukan dan persiapan apa
    saja yang perlu dilakukan untuk membantu kucing Anda pulih setelah
    sterilisasi.

Menjalani sterilisasi
kucing memang memerlukan persiapan yang matang. Namun, dengan melakukan
persiapan ini, Anda dapat membantu kucing Anda pulih dengan lebih cepat dan
nyaman setelah operasi sterilisasi kucing.

Berapa Biaya Sterilisasi Kucing?

Saat memutuskan untuk
melakukan sterilisasi pada kucing Anda, biaya mungkin menjadi salah satu
pertimbangan Anda. Sebelum memutuskan untuk melakukan sterilisasi, Anda harus
mengetahui biaya sterilisasi kucing terlebih dahulu. Biaya sterilisasi kucing
dapat bervariasi tergantung dari berbagai faktor, seperti:

Faktor

Biaya

Lokasi

Berbeda-beda tergantung pada wilayah

Jenis kelamin

Lebih mahal untuk kucing jantan dibandingkan kucing
betina

Usia

Lebih mahal untuk kucing yang lebih tua

Secara umum, biaya
sterilisasi kucing berkisar antara beberapa ratus ribu hingga sejutaan rupiah.
Meskipun biaya sterilisasi kucing mungkin dapat menjadi beban, tapi Anda harus
mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya. Pada akhirnya, sterilisasi kucing
dapat membantu mengurangi biaya perawatan kesehatan dan mencegah kucing
reproduksi yang tidak terkontrol.

Mitos tentang Sterilisasi Kucing

Saat membicarakan
sterilisasi kucing, terdapat beberapa mitos yang beredar di masyarakat. Berikut
beberapa mitos yang harus diklarifikasi.

Mitos

Fakta

Kucing harus mempunyai anak sebelum disterilisasi.

Tidak benar. Kucing Anda tetap bisa hidup bahagia dan
sehat tanpa memiliki anak. Selain itu, melakukan sterilisasi dapat
memperpanjang usia kucing dan mengurangi risiko penyakit.

Setelah sterilisasi kucing, ia akan menjadi kurang
aktif.

Tidak benar. Setelah sterilisasi, kucing Anda mungkin
perlu beberapa waktu untuk beristirahat dan pulih dari operasi, namun setelah
sembuh, kucing Anda akan menjadi seperti biasanya.

Sterilisasi kucing menyebabkan obesitas.

Tidak benar. Pada dasarnya, obesitas terjadi karena
asupan makanan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik. Dalam hal
sterilisasi kucing, terdapat kecenderungan untuk meningkatkan nafsu makan
kucing, namun dapat diatasi dengan memberi makanan yang sehat dan memastikan
kucing tetap aktif.

Sekarang Anda telah
mengetahui beberapa mitos tentang sterilisasi kucing dan fakta yang sebenarnya.
Jangan sampai mitos-mitos tersebut menghalangi Anda untuk melakukan
sterilisasi, yang pada dasarnya sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan
kucing Anda.

FAQ tentang Sterilisasi Kucing

Berikut adalah beberapa
pertanyaan yang sering diajukan tentang sterilisasi kucing:

1. Apakah sterilisasi kucing menyebabkan
kucing menjadi gemuk?

Tidak. Sterilisasi kucing
tidak secara langsung menyebabkan kucing menjadi gemuk, tetapi perubahan hormon
setelah sterilisasi dapat menyebabkan kucing lebih mudah merasa lapar. Dalam
hal ini, pemilik kucing harus memperhatikan asupan makanan dan aktivitas fisik
kucing mereka untuk menjaga berat badan yang sehat.

2. Apakah sterilisasi kucing membuat
kucing menjadi malas dan kurang aktif?

Tidak. Sterilisasi kucing
tidak secara langsung menyebabkan kucing menjadi malas dan kurang aktif. Namun,
kucing mungkin membutuhkan waktu pemulihan setelah operasi dan perubahan hormon
dapat mempengaruhi perilaku kucing. Namun, hal ini harus segera pulih dan
kucing akan menjadi normal kembali segera setelah pemulihan pasca operasi.

3. Apakah sterilisasi kucing mengubah
perilaku kucing?

Sedikit. Perubahan hormon
setelah sterilisasi dapat mempengaruhi perilaku kucing, seperti mengurangi
kecenderungan kucing untuk berkeliaran atau melawan kucing lain. Namun, hal ini
dapat memiliki efek positif pada kucing, sehingga perilaku kucing menjadi lebih
tenang dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

4. Apakah sterilisasi kucing itu
menyakitkan?

Seperti operasi pada
umumnya, sterilisasi kucing dapat menimbulkan sedikit rasa sakit pasca operasi,
tetapi dokter hewan biasanya memberikan obat penghilang rasa sakit untuk
membantu mengurangi rasa sakit pasca operasi. Kucing biasanya pulih dalam
beberapa hari setelah operasi. Pastikan untuk membawa kucing ke dokter hewan
terpercaya dan berpengalaman untuk meminimalkan risiko komplikasi pasca
operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *